Proses MR
Eskalasi Risiko: Kapan dan Bagaimana Melaporkan Risiko yang Meningkat
Panduan praktis untuk menentukan kapan risiko perlu dieskalasi, siapa yang berwenang menerimanya, dan bagaimana format pelaporannya.
Eskalasi risiko adalah proses melaporkan risiko yang telah melampaui batas toleransi atau mengalami perubahan signifikan kepada jenjang manajemen yang lebih tinggi.
Kapan Risiko Harus Dieskalasi?
Risiko perlu dieskalasi ketika:
- Level risiko residual naik melampaui selera risiko yang ditetapkan
- Rencana tindak yang ada tidak mampu menurunkan risiko ke level yang bisa diterima
- Risiko baru yang signifikan muncul di luar register yang ada
- Kejadian risiko (risk event) telah terjadi dan menimbulkan dampak nyata
- Risiko berkaitan dengan dugaan kecurangan atau pelanggaran hukum
Alur Eskalasi Risiko
Pemilik Risiko (Satker)
↓ jika melampaui toleransi
Koordinator MR Unit Eselon I
↓ jika melampaui batas unit
Pimpinan Eselon I
↓ jika berdampak strategis
Pimpinan Tertinggi (Menteri/Kepala)
↓ jika butuh tindak lintas instansi
BPKP / KPK (jika relevan)
Format Laporan Eskalasi
Laporan eskalasi minimal memuat:
- Identitas risiko (dari register risiko)
- Perubahan level risiko: inherent → residual sebelumnya → residual sekarang
- Penyebab perubahan
- Tindak yang sudah diambil dan hasilnya
- Rekomendasi tindak lanjut
- Tenggat waktu respons yang diminta
Eskalasi di Konteks Itjen
Dalam konteks Itjen, eskalasi risiko relevan untuk:
- Risiko penyelesaian penugasan yang terancam tidak selesai tepat waktu
- Risiko temuan signifikan yang ditemukan selama pengawasan
- Risiko keamanan informasi kertas kerja audit
- Risiko konflik kepentingan auditor
Itjen juga berperan sebagai penerima eskalasi dari unit kerja di lingkungan Kemenhub melalui mekanisme pemantauan SPIP dan manajemen risiko.
Perbedaan Eskalasi vs Pelaporan Rutin
| Eskalasi | Pelaporan Rutin | |---|---| | Triggered by event/perubahan | Terjadwal (triwulan/tahunan) | | Ad hoc, segera | Periodik | | Butuh keputusan cepat | Review status | | Bisa informal dulu, lalu formal | Selalu formal |