Konsep MR
Integrasi Manajemen Risiko dan SAKIP: Risiko Berbasis Kinerja
Bagaimana manajemen risiko dan SAKIP bisa diintegrasikan untuk menciptakan perencanaan yang lebih realistis dan pengendalian yang lebih tepat sasaran.
SAKIP dan MR berbicara tentang hal yang sama dari sudut pandang berbeda: SAKIP tentang apa yang ingin dicapai, MR tentang apa yang bisa menghalanginya. Mengintegrasikan keduanya menghasilkan perencanaan yang lebih realistis.
Titik Integrasi
Penilaian Risiko → Input Perencanaan SAKIP
Risiko yang sudah diidentifikasi di register risiko harus tercermin dalam perencanaan:
- Jika ada risiko tinggi untuk suatu IKK, target harus lebih konservatif
- Atau ada anggaran dan RTP yang memadai untuk mitigasinya
- Renaksi harus memasukkan aksi mitigasi risiko, bukan hanya aktivitas normal
Sasaran SAKIP → Konteks Risiko
Sasaran yang ambisius tanpa pengelolaan risiko yang baik lebih sering gagal:
- Sasaran Kapabilitas APIP Level 4 di 2028 punya risiko: kekurangan auditor bersertifikasi
- Sasaran WTP berkelanjutan punya risiko: SPI yang lemah di beberapa satker besar
Capaian SAKIP → Input Pembaruan Register Risiko
IKK yang konsisten tidak tercapai adalah sinyal risiko yang seharusnya sudah masuk register:
- Evaluasi: risiko apa yang berkontribusi pada kegagalan pencapaian?
- Update register risiko dengan risiko yang teridentifikasi dari pengalaman ini
Framework Integrasi Praktis
Tentukan Sasaran SAKIP (IKP/IKK)
↓
Identifikasi risiko untuk setiap sasaran
↓
Susun register risiko berbasis sasaran
↓
RTP dituangkan dalam Renaksi
↓
Pemantauan: cek sasaran DAN status RTP bersamaan
↓
Review: apakah risiko yang tidak dimitigasi menyebabkan sasaran tidak tercapai?
Manfaat Integrasi
Untuk Unit Kerja:
- Target lebih realistis karena sudah memperhitungkan risiko
- Renaksi lebih relevan karena termasuk aksi mitigasi
- Penjelasan deviasi lebih mudah karena risiko sudah terdokumentasi
Untuk Itjen:
- Evaluasi SAKIP dan evaluasi MR bisa dilakukan secara terintegrasi
- ABR lebih akurat karena profil risiko terhubung ke kinerja
- Temuan lebih relevan karena mengakar pada kegagalan pengendalian nyata
Tantangan Utama
Integrasi MR-SAKIP masih jarang dilakukan dengan baik karena:
- Tim SAKIP dan tim MR sering berbeda dan tidak berkoordinasi
- Register risiko disusun oleh satu tim, Renaksi oleh tim lain
- Sistem IT terpisah (SIMARKO vs e-kinerja)
Solusi: tetapkan satu PIC koordinasi yang bertanggung jawab memastikan konsistensi antara register risiko dan Renaksi.