Proses MR
Manajemen Risiko di Level Proyek dan Penugasan
Cara menerapkan prinsip manajemen risiko untuk penugasan audit atau proyek spesifik, di luar register risiko instansi.
Proses MRMR
Manajemen risiko instansi adalah tentang risiko di level program dan kegiatan. Tapi ada level yang lebih operasional: risiko di level penugasan atau proyek spesifik. Ini yang paling langsung relevan untuk auditor junior.
Risiko Penugasan vs Risiko Instansi
Risiko Instansi (register risiko formal):
- Horizon 1-5 tahun
- Mengancam sasaran strategis
- Dikelola oleh pimpinan unit
Risiko Penugasan (dikelola tim audit):
- Horizon dalam satu penugasan (minggu-bulan)
- Mengancam kualitas dan ketepatan waktu penugasan
- Dikelola oleh ketua tim dan anggota
Risiko Umum dalam Penugasan Audit
Risiko Scope:
- Ruang lingkup yang terlalu luas untuk waktu yang tersedia
- Auditi menolak memberikan akses ke area tertentu
Risiko Sumber Daya:
- Auditor dengan kompetensi yang diperlukan tidak tersedia
- Waktu yang dialokasikan terlalu singkat
Risiko Data:
- Data tidak tersedia atau tidak akurat
- Sistem IT auditi down saat dibutuhkan
Risiko Kualitas:
- Temuan tidak cukup didukung bukti
- Rekomendasi tidak implementatif
Risiko Hubungan:
- Konflik dengan auditi yang mempersulit proses
- Bias karena hubungan terlalu dekat
Manajemen Risiko Penugasan dalam PKA
Program Kerja Audit (PKA) yang baik memuat:
- Identifikasi risiko penugasan yang relevan
- Langkah mitigasi yang diintegrasikan ke prosedur audit
- Rencana contingency jika risiko terealisasi
Contoh:
- Risiko: auditi tidak kooperatif
- Mitigasi: surat permintaan dokumen formal di awal, dengan copy ke pimpinan auditi
- Contingency: eskalasi ke Inspektur jika dokumen tidak diberikan dalam 5 hari
Pemantauan Risiko Selama Penugasan
Ketua tim harus aktif memantau risiko selama penugasan:
- Brief harian (5-10 menit): ada hambatan baru?
- Mid-penugasan review: apakah scope masih bisa diselesaikan?
- Dokumentasikan risiko yang terealisasi untuk lesson learned