Status informasi Terakhir diperiksa terhadap sumber resmi pada 11 Juni 2026.

Proses manajemen risiko menurut ISO 31000 terdiri dari beberapa tahapan yang saling terhubung: komunikasi dan konsultasi, penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, perlakuan risiko, serta pemantauan dan reviu. Proses ini berlaku untuk setiap tingkat organisasi — strategis, taktis, maupun operasional.

1. Komunikasi dan Konsultasi

Tahap awal yang berlangsung sepanjang siklus. Pemangku kepentingan internal dan eksternal dilibatkan untuk:

  • Memahami perspektif yang berbeda tentang risiko.
  • Mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
  • Memastikan dukungan terhadap rencana perlakuan risiko.

2. Penetapan Konteks

Organisasi menetapkan lingkup dan kriteria risiko yang akan dikelola:

  • Konteks eksternal: lingkungan politik, ekonomi, sosial, teknologi, hukum.
  • Konteks internal: visi-misi, struktur organisasi, budaya, sumber daya.
  • Kriteria risiko: tingkat risiko yang dapat diterima (risk appetite).

3. Identifikasi Risiko

Proses menemukan, mengenali, dan mendeskripsikan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan.

Identifikasi risiko harus mencakup:

  • Sumber risiko: apa yang menyebabkan risiko muncul.
  • Penyebab: faktor yang memicu risiko.
  • Dampak: konsekuensi jika risiko terjadi.

Metode identifikasi dapat berupa: brainstorming, wawancara, studi dokumen, kuesioner, analisis SWOT, atau inspeksi lapangan.

4. Analisis Risiko

Tahap ini memberikan pemahaman tentang karakteristik risiko. Analisis meliputi:

  • Kemungkinan (likelihood): seberapa besar kemungkinan risiko terjadi.
  • Dampak (consequence): seberapa besar dampak jika risiko terjadi.

Hasil analisis biasanya disajikan dalam bentuk tingkat risiko — kombinasi antara kemungkinan dan dampak.

KemungkinanDampak RendahDampak SedangDampak Tinggi
TinggiSedangTinggiEkstrem
SedangRendahSedangTinggi
RendahRendahRendahSedang

5. Evaluasi Risiko

Hasil analisis dibandingkan dengan kriteria risiko yang telah ditetapkan. Tujuan evaluasi:

  • Menentukan risiko mana yang perlu mendapat perlakuan.
  • Menetapkan prioritas penanganan.

Risiko dengan level “Ekstrem” dan “Tinggi” menjadi prioritas utama untuk ditangani.

6. Perlakuan Risiko

Pemilihan dan penerapan opsi untuk mengelola risiko:

  • Hindari (avoid): menghentikan aktivitas yang menimbulkan risiko.
  • Kurangi (mitigate): menurunkan kemungkinan dan/atau dampak.
  • Alihkan (transfer): memindahkan risiko ke pihak lain (asuransi, kontrak).
  • Terima (accept): menerima risiko tanpa tindakan lebih lanjut.

Setiap perlakuan harus dilengkapi dengan rencana aksi: apa yang dilakukan, siapa penanggung jawab, kapan, dan berapa anggarannya.

7. Pemantauan dan Reviu

Tahap berkelanjutan untuk memastikan:

  • Risiko baru teridentifikasi tepat waktu.
  • Perlakuan risiko berjalan sesuai rencana.
  • Tingkat risiko berubah (meningkat/menurun).

Daftar Risiko (Risk Register)

Seluruh proses didokumentasikan dalam Daftar Risiko (Risk Register) yang memuat:

  • Uraian risiko
  • Penyebab dan dampak
  • Tingkat risiko (inheren dan residual)
  • Rencana perlakuan
  • Penanggung jawab
  • Status pemantauan

Daftar Risiko adalah dokumen utama yang harus diperbarui secara berkala — bukan sekali disusun lalu dibiarkan.

Rujukan

Sumber resmi

  1. ISO 31000:2018 — Risk Management Guidelines
  2. Peraturan BPKP Nomor 4 Tahun 2021
  3. BPKP: Pedoman Manajemen Risiko