HTML Slide Infografik • MR Kemenhub
Risk Awareness → Risk Excellence
Kementerian Perhubungan • Manajemen Risiko

Risiko itu bukan untuk ditakuti.

Risiko harus dibaca lebih awal, dipilih responsnya, lalu dipantau agar sasaran kerja tetap tercapai.

AntisipatifAdaptifTerintegrasiBerkelanjutan
Bahasa awam, substansi tetap utuh

Manajemen risiko = cara kerja agar target tidak “kaget” di tengah jalan.

🎯

Sasaran

Apa target unit kerja? Risiko selalu dikaitkan dengan sasaran, bukan daftar masalah umum.

⚠️

Risiko

Peristiwa yang mungkin terjadi dan bisa menghambat target, beserta sebab dan dampaknya.

🛡️

Pengendalian

Apa yang sudah dilakukan agar risiko tidak terjadi atau dampaknya tidak besar.

🔁

Pemantauan

Risiko berubah. Karena itu register, mitigasi, dan bukti pelaksanaan harus diperbarui.

Prinsip komunikasi: gunakan bahasa sehari-hari, alur logis, ringkas, visual, dan tetap menyebut istilah resmi pada titik penting.

Dasar hukum utama

Landasan MR Kemenhub berdiri di atas 4 lapis.

Mulai dari pengendalian intern pemerintah, manajemen risiko pembangunan nasional, aturan khusus Kemenhub, sampai pedoman penilaian.

01 • PP 60/2008

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

SPIP memuat unsur penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi-komunikasi, dan pemantauan.

02 • Perpres 39/2023

Manajemen Risiko Pembangunan Nasional

Kerangka nasional untuk mengarahkan dan mengendalikan risiko pembangunan.

03 • KM 69/2023

MR di lingkungan Kemenhub

Pedoman khusus Kementerian Perhubungan, ditetapkan 18 Juli 2023.

04 • SE-ITJEN 1/2026

Pedoman Penilaian MR

Acuan penilaian mandiri dan maturitas MR di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Ruang lingkup KM 69/2023

MR Kemenhub bukan hanya tabel risiko. Ada infrastruktur dan proses.

Infrastruktur MR

Struktur tiga lini

Pemilik/pengelola risiko, Unit Manajemen Risiko, dan Unit Pengawas Intern.

Sistem informasi

SIMARKO menjaga konsistensi, kualitas data, budaya risiko, dan percepatan laporan.

Anggaran & budaya

RKA perlu terhubung dengan Profil Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian.

Proses MR
Konteks
Identifikasi
Analisis
Evaluasi
Respons
Pantau

Komunikasi, konsultasi, pencatatan, dan pelaporan berjalan sepanjang proses.

Tiga lini pengendalian

Siapa melakukan apa?

1
Lini Pertama

Pemilik & Pengelola Risiko

  • Identifikasi, nilai, kelola, dan pantau risiko.
  • Integrasikan risiko ke sasaran kinerja.
  • Kelola register dan peta risiko.
  • Laksanakan rencana pengendalian.
2
Lini Kedua

Unit Manajemen Risiko

  • Memantau penilaian dan RTP.
  • Memberi rekomendasi perbaikan.
  • Menyusun laporan triwulan/tahunan.
  • Memvalidasi usulan risiko baru.
3
Lini Ketiga

Unit Pengawas Intern

  • Memberi assurance atas proses MR.
  • Evaluasi proses dan laporan risiko kunci.
  • Reviu pengelolaan risiko kunci.
  • Penilaian maturitas dan FRA.
Proses manajemen risiko

Baca risiko seperti membaca perjalanan transportasi.

Tentukan tujuan, lihat hambatan, nilai seberapa berat, pilih respons, dokumentasikan, lalu pantau berkala.

KomunikasiKonsultasiPencatatanPelaporan
KonteksIdentifikasiAnalisisEvaluasiResponsMonitor
Cara menulis register risiko

Kalimat risiko harus memuat sebab, peristiwa, dan dampak.

Rumus sederhana
Sebab
Peristiwa
Dampak

Contoh: karena data dukung terlambat, penyusunan laporan kinerja tidak selesai tepat waktu, sehingga kualitas evaluasi dan pengambilan keputusan menurun.

Yang dinilai
Kemungkinan
×
Dampak
=
Level Risiko

Risiko prioritas adalah yang levelnya tinggi dan membutuhkan keputusan mitigasi.

Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
Tinggi
Rendah
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Sedang
Sedang
Tinggi
Tinggi
Ekstrem
Sedang
Tinggi
Tinggi
Ekstrem
Ekstrem
Tinggi
Tinggi
Ekstrem
Ekstrem
Ekstrem
Dokumen kerja

Dari profil risiko sampai pemantauan: ini alur bukti yang perlu hidup.

01

Profil Risiko

Bisnis proses, risiko, sebab, dampak, pengendalian, level, prioritas.

02

Rencana Penanganan

Opsi, uraian tindakan, target output, jadwal, pengelola risiko.

03

Pemantauan RTP

Target waktu, realisasi, hambatan, dan tindak lanjut.

04

Peristiwa Risiko

Jika terjadi, catat waktu, tempat, skor dampak, pemicu, kode penyebab.

05

Level Aktual

Lihat deviasi dan berikan rekomendasi.

SIMARKO • Anggaran • Budaya

MR efektif kalau masuk sistem, anggaran, dan kebiasaan kerja.

Bukan pekerjaan tambahan. MR harus menempel pada RKA, proses bisnis, pelaporan, dan keputusan pimpinan.

Sistem informasi

SIMARKO

Membangun budaya risiko, menjaga konsistensi kebijakan, kualitas data, dan mengurangi waktu pelaporan.

Anggaran

RKA terhubung risiko

Usulan RKA unit kerja perlu melampirkan Profil Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian.

Budaya risiko

Komitmen pimpinan

Piagam MR, pelatihan, informasi berkelanjutan, kejelasan tugas, dan penghargaan untuk penerapan konsisten.

Ritme pelaporan

Jangan tunggu akhir tahun. Risiko dipantau per triwulan.

Januari
Piagam MR
Ditetapkan bersama penyerahan DIPA / paling lambat 31 Januari.
April
Laporan TW I
Lini I dan II menyampaikan laporan triwulan minggu pertama triwulan berikutnya.
Juli
Laporan TW II
Sekaligus periode penting untuk penilaian maturitas oleh lini ketiga.
Oktober
Laporan TW III
Cek realisasi RTP, hambatan, dan risiko baru.
Feb tahun berikutnya
Laporan tahunan
Lini pertama dan kedua menyampaikan laporan tahunan.
April tahun berikutnya
Penilaian mandiri
UMR melakukan PMMR; UMR Eselon I memvalidasi; UPI menilai maturitas.
Penilaian mandiri

PMMR bukan lomba “nilai cantik”. Ini alat untuk melihat risiko secara jujur.

DO’s

  • Gunakan data akurat. Dasar penilaian adalah bukti objektif.
  • Libatkan tim. FGD lebih kuat daripada penilaian sendiri.
  • Selaraskan sasaran dan indikator. Fokus pada risiko yang menghambat target.
  • Update berkala. Risiko berubah seiring perubahan proses.

DON’Ts

  • ×Copy-paste data lama tanpa evaluasi.
  • ×Menyembunyikan masalah. Kejujuran adalah kunci mitigasi.
  • ×Sekadar formalitas. Jangan isi kertas kerja hanya untuk gugur kewajiban.
  • ×Mengabaikan mitigasi. Penilaian tanpa tindak lanjut tidak berguna.
Desain komunikasi

Cara menjelaskan ke orang awam: “bahasa bayi, substansi pejabat”.

1

Mulai dari cerita target

Jangan mulai dari definisi. Mulai dari “target apa yang bisa gagal?”

2

Visualkan sebab-akibat

Gunakan panah: sebab → peristiwa → dampak → kontrol → mitigasi.

3

Sebut istilah resmi

UMR, UPI, Profil Risiko, RTP, PMMR tetap disebut agar sesuai aturan.

Sumber substansi: KM 69 Tahun 2023, SE-ITJEN 1 Tahun 2026, PP 60 Tahun 2008, Perpres 39 Tahun 2023, dan sumber resmi JDIH/peraturan terkait.
Catatan editorial: materi ini adalah edukasi independen, bukan portal resmi pemerintah. Untuk keputusan formal, gunakan dokumen resmi dari instansi berwenang.
Basis komunikasi/desain: plain language, scannable content, visual storytelling, data visualization, bento hierarchy, microinteraction, dan mode presentasi/print.