Status informasi Terakhir diperiksa terhadap sumber resmi pada 28 Juni 2026.
Tujuan Belajar
- Menjelaskan fungsi Format 1 sebagai fondasi konteks organisasi dalam siklus MR
- Mengidentifikasi komponen wajib Format 1 beserta cara pengisiannya
- Menghubungkan isi Format 1 dengan pengisian Format 5 register risiko
- Membedakan isu internal dan isu eksternal dalam konteks organisasi
Prasyarat
Sebelum topik ini, pelajari dulu:
Apa Itu Format 1 MR?
Format 1 adalah dokumen konteks organisasi dalam siklus Manajemen Risiko pemerintah. Dokumen ini menjawab satu pertanyaan mendasar sebelum risiko apa pun diidentifikasi: Dalam konteks apa organisasi ini beroperasi?
Tanpa memahami konteks, identifikasi risiko menjadi tidak terarah. Tim bisa mengidentifikasi ratusan risiko yang tidak relevan, atau sebaliknya, melewatkan risiko kritis karena tidak memahami lingkungan strategis organisasi.
Format 1 berfungsi sebagai titik berangkat seluruh siklus MR tahunan. Ia harus selesai sebelum Format 3 (kriteria risiko) dan Format 5 (register risiko) dapat diisi dengan benar.
Posisi Format 1 dalam Siklus MR
Format 1 (Konteks)
↓
Format 3 (Kriteria Risiko)
↓
Format 5 (Register Risiko / Identifikasi + Penilaian)
↓
Format 8 (RTP / Rencana Tindak Pengendalian)
Format 1 adalah fondasi. Kesalahan atau kekosongan di Format 1 akan merambat ke seluruh dokumen di bawahnya.
Komponen Wajib Format 1
1. Visi, Misi, dan Tujuan Organisasi
Bagian ini menyalin atau merangkum visi dan misi unit dari dokumen resmi (Renstra, PK, atau regulasi tupoksi). Tujuan organisasi ditulis spesifik per tahun anggaran yang sedang berjalan.
Yang perlu diperhatikan: Tujuan di sini bukan tujuan umum-abstrak seperti “meningkatkan kualitas”. Tulis tujuan yang terukur dan terikat pada sasaran program/kegiatan aktual tahun tersebut.
2. Isu Internal dan Isu Eksternal
Isu internal adalah kondisi dalam organisasi yang berpotensi mempengaruhi pencapaian tujuan, misalnya:
- Kapasitas SDM (jumlah, kompetensi, rotasi)
- Kualitas proses bisnis dan SOP yang ada
- Ketersediaan anggaran dan infrastruktur
- Budaya organisasi dan komitmen pimpinan
Isu eksternal adalah kondisi di luar organisasi yang berpengaruh, misalnya:
- Perubahan regulasi dari kementerian/lembaga lain
- Kondisi ekonomi makro yang mempengaruhi program
- Harapan dan tekanan dari pemangku kepentingan eksternal
- Perkembangan teknologi yang relevan
Cara membedakannya: Tanyakan apakah organisasi bisa mengendalikan isu tersebut secara langsung. Bisa dikendalikan = internal. Tidak bisa dikendalikan langsung = eksternal.
3. Stakeholder dan Kebutuhan Mereka
Stakeholder adalah pihak-pihak yang terdampak atau berkepentingan terhadap kinerja organisasi. Format 1 meminta identifikasi stakeholder utama beserta kebutuhan atau harapan mereka.
Contoh kerangka stakeholder untuk unit pemerintah:
| Stakeholder | Kategori | Kebutuhan Utama |
|---|---|---|
| Pimpinan K/L | Internal | Laporan kinerja tepat waktu dan akurat |
| Unit di bawah | Internal | Arahan dan supervisi yang jelas |
| Masyarakat pengguna layanan | Eksternal | Layanan cepat, mudah, transparan |
| BPKP/BPK | Eksternal | Dokumen pengendalian yang lengkap dan valid |
| DPR/DPRD | Eksternal | Akuntabilitas penggunaan anggaran |
4. Tujuan Strategis yang Menjadi Objek Risiko
Ini adalah bagian paling krusial. Format 1 meminta daftar tujuan strategis yang akan menjadi objek risiko di Format 5. Artinya, setiap risiko yang diidentifikasi di Format 5 harus terhubung langsung dengan salah satu tujuan strategis di sini.
Sumber tujuan strategis: Perjanjian Kinerja (PK), Renstra, atau RPJMN/RPJMD yang relevan.
Hubungan Format 1 dengan Format 5
Ini hubungan paling langsung yang harus dipahami:
| Format 1 | Format 5 |
|---|---|
| Tujuan strategis Unit A | Kolom “Tujuan” di setiap baris risiko |
| Isu internal yang kritis | Menjadi kandidat penyebab risiko |
| Isu eksternal yang kritis | Menjadi kandidat sumber/pemicu risiko |
| Stakeholder dan harapannya | Menjadi konteks dampak jika risiko terjadi |
Jika Format 1 tidak diisi dengan teliti, pengisian Format 5 akan banyak mengandung risiko yang “mengambang” — tidak jelas terhubung ke tujuan mana.
Contoh Isian Format 1 (Dianonimkan)
Unit: Satker X, bidang pelayanan publik
Visi: Menjadi unit pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pengguna.
Tujuan Tahun 2026:
- Meningkatkan indeks kepuasan pengguna layanan menjadi minimal 3,8 (skala 4).
- Menyelesaikan 95% permohonan layanan dalam SLA yang ditetapkan.
- Mengurangi temuan berulang hasil audit menjadi 0 temuan baru di bidang pengelolaan keuangan.
Isu Internal:
- Tiga dari delapan staf pelaksana akan mengikuti pelatihan wajib selama Q2, mengurangi kapasitas operasional.
- Sistem informasi layanan saat ini belum terintegrasi dengan platform nasional, menyebabkan entri data ganda.
- SOP layanan terakhir direvisi tiga tahun lalu, belum mencerminkan perubahan regulasi terbaru.
Isu Eksternal:
- Regulasi baru dari kementerian teknis diterbitkan awal tahun, membutuhkan penyesuaian proses layanan.
- Harapan masyarakat terhadap kecepatan layanan meningkat seiring dengan adopsi layanan digital di sektor lain.
- Perubahan alokasi anggaran nasional berpotensi mempengaruhi pagu anggaran unit.
Stakeholder Utama:
- Pimpinan eselon I (butuh laporan kinerja dan tata kelola yang baik)
- Masyarakat pengguna layanan (butuh layanan cepat dan transparan)
- BPKP (butuh dokumen pengendalian intern yang valid dan terdokumentasi)
Tips Pengisian Format 1
-
Libatkan pimpinan unit sejak awal. Format 1 bukan tugas teknis semata. Pimpinan harus memvalidasi tujuan strategis dan isu yang dicantumkan.
-
Jangan terlalu panjang. Format 1 bukan narasi tahunan. Cukup poin-poin yang substantif dan relevan dengan risiko yang mungkin muncul.
-
Update setiap tahun. Konteks organisasi berubah. Format 1 tahun lalu tidak bisa langsung dipakai ulang tanpa revisi.
-
Gunakan Format 1 sebagai filter. Saat mengisi Format 5 nanti, tanyakan: “Apakah risiko ini benar-benar mengancam tujuan yang ada di Format 1?” Jika tidak ada kaitan langsung, pertimbangkan apakah risiko itu perlu masuk register atau tidak.
Checkpoint
- Sebutkan empat komponen utama yang harus diisi dalam Format 1 MR.
- Apa perbedaan antara isu internal dan isu eksternal dalam konteks organisasi?
- Mengapa Format 1 harus diselesaikan sebelum mengisi Format 5 register risiko?
- Bagaimana cara menentukan stakeholder yang relevan untuk dimasukkan ke Format 1?
Perbandingan 3 Layer
Layer Nasional
TersediaBPKP
BPKP melalui Peraturan No. 4 Tahun 2021 menetapkan Format 1 sebagai dokumen konteks organisasi yang wajib disusun sebelum proses identifikasi dan penilaian risiko. Format ini menjadi referensi utama dalam menetapkan tujuan strategis yang menjadi basis identifikasi risiko.
Layer Benchmark
Belum tersediaKemenkeu
Layer ini sedang dalam pengembangan. Sumber dan ringkasan akan ditambahkan ketika tersedia.
Layer Kemenhub
TersediaKemenhub
Dalam penerapan MR di K/L tertentu, Format 1 disusun di level K/L dan diturunkan ke satker. Satker mengisi konteks organisasinya mengacu pada konteks K/L namun disesuaikan dengan lingkup tugas dan fungsi unitnya masing-masing.
Dipakai di Evaluasi
Topik ini dinilai pada kerangka dan sub-komponen berikut:
Checkpoint
Pastikan kamu bisa menjawab pertanyaan ini sebelum lanjut:
1Sebutkan empat komponen utama yang harus diisi dalam Format 1 MR.
2Apa perbedaan antara isu internal dan isu eksternal dalam konteks organisasi?
3Mengapa Format 1 harus diselesaikan sebelum mengisi Format 5 register risiko?
4Bagaimana cara menentukan stakeholder yang relevan untuk dimasukkan ke Format 1?
Rujukan