Status informasi Terakhir diperiksa terhadap sumber resmi pada 28 Juni 2026.
Tujuan Belajar
- Menjelaskan definisi risiko sebagai kombinasi kejadian dan dampak
- Mengklasifikasikan sumber risiko berdasarkan kategorinya
- Menerapkan teknik identifikasi risiko yang sesuai dengan konteks instansi
- Menulis pernyataan risiko yang baik menggunakan format standar
Prasyarat
Sebelum topik ini, pelajari dulu:
Definisi Risiko: Event + Dampak
Sebelum mengidentifikasi, harus sepakat dulu apa yang dimaksud dengan risiko.
Risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian (event) yang mengakibatkan dampak negatif terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Dua unsur wajib dalam definisi risiko:
- Kejadian (event): Apa yang mungkin terjadi? Ini adalah risiko itu sendiri, bukan penyebabnya dan bukan dampaknya.
- Dampak: Apa konsekuensinya jika kejadian itu terjadi?
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencampurkan penyebab, kejadian, dan dampak dalam satu kalimat. Topik berikutnya (Pernyataan Risiko yang Efektif) membahas ini lebih dalam.
Sumber Risiko
Risiko dapat berasal dari dua sumber utama:
Sumber Internal:
- Kualitas SDM (kompetensi, integritas, ketersediaan)
- Proses bisnis (SOP tidak ada, tidak diikuti, atau sudah usang)
- Sistem informasi (keandalan, keamanan data)
- Infrastruktur dan aset (kondisi fisik, kapasitas)
- Kepemimpinan dan tata kelola (keputusan strategis)
Sumber Eksternal:
- Regulasi dan kebijakan (perubahan peraturan mendadak)
- Kondisi ekonomi (inflasi, nilai tukar)
- Bencana alam dan force majeure
- Perubahan teknologi
- Pemangku kepentingan (kontraktor, mitra, masyarakat)
Memahami sumber risiko membantu tim mengarahkan proses identifikasi ke area yang tepat.
Teknik Identifikasi Risiko
1. Brainstorming Terstruktur
Teknik paling umum. Pimpinan unit mengumpulkan pejabat dan staf kunci untuk mendaftar semua hal yang bisa menghambat pencapaian sasaran unit.
Cara pelaksanaan:
- Mulai dari sasaran organisasi (dari Renstra/Renja/PK)
- Untuk setiap sasaran, tanyakan: “Apa yang bisa gagal?”
- Catat semua ide tanpa filter dulu
- Setelah semua terkumpul, kelompokkan dan hapus duplikat
Kelebihan: Cepat, melibatkan banyak perspektif, murah. Keterbatasan: Kualitas bergantung pada fasilitator dan keterbukaan peserta.
2. FMEA Sederhana (Failure Mode and Effects Analysis)
Teknik yang lebih sistematis, cocok untuk proses bisnis yang sudah terdokumentasi. FMEA mempertanyakan: untuk setiap langkah proses, apa yang bisa gagal (failure mode) dan apa dampaknya (effect)?
Cara penggunaan sederhana di instansi pemerintah:
- Petakan proses bisnis utama unit (misalnya: proses pengadaan, proses pelaporan, proses pelayanan)
- Untuk setiap langkah, identifikasi kemungkinan kegagalan
- Nilai kemungkinan dan dampak secara kasar (tinggi/sedang/rendah)
- Prioritaskan risiko yang kemungkinan dan dampaknya sama-sama tinggi
Kelebihan: Sistematis, berbasis proses nyata. Keterbatasan: Butuh SOP/flowchart proses yang sudah ada.
3. Studi Dokumen dan Kejadian Historis
Identifikasi risiko dari catatan masa lalu: temuan audit internal/eksternal, pengaduan masyarakat, laporan insiden, dan hasil evaluasi kinerja tahun sebelumnya.
Cara pelaksanaan:
- Kumpulkan temuan audit BPK/BPKP/APIP 3 tahun terakhir
- Kumpulkan pengaduan atau masalah operasional yang pernah terjadi
- Identifikasi pola: apa yang berulang?
- Ubah temuan/masalah historis menjadi pernyataan risiko untuk tahun berjalan
Kelebihan: Berbasis fakta, mudah diterima pimpinan. Keterbatasan: Hanya menangkap risiko yang sudah pernah terjadi, tidak yang belum.
Kategori Risiko
Risiko di instansi pemerintah umumnya dikategorikan dalam lima jenis:
| Kategori | Definisi | Contoh (dianonimkan) |
|---|---|---|
| Strategis | Risiko yang mengancam pencapaian tujuan jangka panjang / sasaran strategis K/L | Risiko program prioritas nasional di sektor X tidak mencapai target karena koordinasi lintas K/L lemah |
| Operasional | Risiko akibat kegagalan proses, SDM, atau sistem internal | Risiko keterlambatan penerbitan izin Unit Y karena sistem informasi sering error |
| Kepatuhan | Risiko pelanggaran peraturan perundang-undangan | Risiko pengadaan barang/jasa di Satker Z tidak sesuai prosedur Perpres 16/2018 |
| Keuangan | Risiko kerugian atau inefisiensi penggunaan keuangan negara | Risiko kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga karena lemahnya verifikasi tagihan |
| Reputasi | Risiko penurunan kepercayaan publik terhadap instansi | Risiko pemberitaan negatif media akibat penanganan pengaduan masyarakat yang lambat |
Format Pernyataan Risiko
Pernyataan risiko yang baik menggunakan format:
“Risiko [nama kejadian] yang mengakibatkan [dampak terhadap sasaran]”
Contoh lengkap per kategori (semua dianonimkan):
Strategis:
“Risiko tidak tercapainya target program prioritas Unit A di bidang X yang mengakibatkan sasaran strategis K/L tahun 2026 tidak terpenuhi.”
Operasional:
“Risiko keterlambatan penyelesaian layanan perizinan di Satker B yang mengakibatkan kepuasan pengguna layanan menurun dan potensi pengaduan meningkat.”
Kepatuhan:
“Risiko ketidaksesuaian proses pengadaan barang/jasa Unit C dengan ketentuan yang berlaku yang mengakibatkan temuan audit dan potensi sanksi administratif.”
Keuangan:
“Risiko kelebihan pembayaran honorarium kegiatan di Satker D yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.”
Reputasi:
“Risiko respons pengaduan masyarakat yang tidak tepat waktu di Unit E yang mengakibatkan penurunan indeks kepuasan masyarakat dan reputasi instansi.”
Checkpoint
- Apa dua unsur yang harus ada dalam definisi risiko menurut kerangka MR pemerintah?
- Sebutkan minimal tiga teknik identifikasi risiko dan kapan masing-masing paling tepat digunakan.
- Tuliskan satu contoh pernyataan risiko yang lengkap untuk kategori risiko operasional.
- Apa perbedaan antara risiko strategis dan risiko operasional? Berikan satu contoh masing-masing.
Perbandingan 3 Layer
Layer Nasional
TersediaBPKP
BPKP mengatur identifikasi risiko sebagai langkah pertama proses penilaian risiko dalam Peraturan BPKP No. 4 Tahun 2021. Keluaran identifikasi risiko adalah daftar risiko (Format 3) yang menjadi bahan pengisian register risiko (Format 5).
Layer Benchmark
Belum tersediaKemenkeu
Layer ini sedang dalam pengembangan. Sumber dan ringkasan akan ditambahkan ketika tersedia.
Layer Kemenhub
TersediaKemenhub
Kemenhub menerapkan identifikasi risiko secara berjenjang dari satker hingga level K/L. Setiap unit wajib menyusun daftar risiko yang selaras dengan sasaran unitnya dan dikompilasi ke level di atasnya.
Dipakai di Evaluasi
Topik ini dinilai pada kerangka dan sub-komponen berikut:
Checkpoint
Pastikan kamu bisa menjawab pertanyaan ini sebelum lanjut:
1Apa dua unsur yang harus ada dalam definisi risiko menurut kerangka MR pemerintah?
2Sebutkan minimal tiga teknik identifikasi risiko dan kapan masing-masing paling tepat digunakan.
3Tuliskan satu contoh pernyataan risiko yang lengkap untuk kategori risiko operasional.
4Apa perbedaan antara risiko strategis dan risiko operasional? Berikan satu contoh masing-masing.
Rujukan