Status informasi Terakhir diperiksa terhadap sumber resmi pada 28 Juni 2026.

Menengah 15 menit

Tujuan Belajar

  • Membedakan risiko inheren dan risiko residual serta relevansinya dalam pengisian register
  • Menerapkan skala kemungkinan 1-5 dengan deskriptor yang tepat
  • Menerapkan skala dampak 1-5 per kategori risiko
  • Menghitung level risiko menggunakan matriks 5x5 dan menentukan prioritas penanganan

Risiko Inheren vs Risiko Residual

Penilaian risiko dilakukan dua kali untuk setiap risiko yang diidentifikasi:

Risiko Inheren adalah level risiko sebelum mempertimbangkan pengendalian yang sudah ada. Ini adalah gambaran risiko “mentah” jika tidak ada tindakan apapun yang dilakukan.

Risiko Residual adalah level risiko setelah mempertimbangkan efektivitas pengendalian eksisting yang sudah berjalan. Ini adalah gambaran risiko yang tersisa dan masih perlu dikelola.

Mengapa keduanya penting?

  • Risiko inheren menunjukkan seberapa besar potensi bahaya dari suatu risiko secara alamiah.
  • Risiko residual menunjukkan apakah pengendalian yang ada sudah cukup efektif.
  • Selisih antara inheren dan residual mencerminkan efektivitas pengendalian. Selisih besar = pengendalian efektif. Selisih kecil = pengendalian lemah atau belum ada.

Catatan penting: Nilai residual seharusnya lebih rendah atau sama dengan nilai inheren. Jika nilai residual lebih tinggi dari inheren, itu sinyal ada kesalahan penilaian atau pengendalian justru memperburuk situasi, dan perlu penjelasan.


Skala Kemungkinan (1-5)

NilaiLabelDeskriptor
1Sangat JarangKemungkinan terjadi sangat kecil; belum pernah terjadi dalam 5 tahun terakhir di instansi sejenis
2JarangPernah terjadi 1 kali dalam 5 tahun terakhir; kondisi yang memungkinkan jarang ada
3Kadang-KadangPernah terjadi beberapa kali; kondisi pemicu cukup sering muncul
4SeringTerjadi setidaknya sekali dalam setahun; kondisi pemicu hampir selalu ada
5Hampir PastiTerjadi lebih dari sekali dalam setahun; sangat mungkin terjadi jika tidak ada tindakan

Skala Dampak (1-5) per Kategori

Dampak dinilai berdasarkan kategori risiko yang relevan. Instansi biasanya menilai dampak pada kategori yang paling signifikan bagi sasaran yang terancam.

Dampak Keuangan

NilaiDeskriptor
1Kerugian sangat kecil, dapat diserap tanpa mengganggu anggaran
2Kerugian kecil, dapat diserap dengan penyesuaian anggaran minor
3Kerugian sedang, memerlukan penyesuaian anggaran signifikan
4Kerugian besar, mengganggu pelaksanaan program prioritas
5Kerugian sangat besar, mengancam keberlangsungan program/instansi

Dampak Reputasi

NilaiDeskriptor
1Dampak sangat terbatas, tidak ada pemberitaan
2Keluhan internal atau pemberitaan terbatas
3Pemberitaan media lokal, kepercayaan publik menurun sebagian
4Pemberitaan media nasional, kepercayaan publik menurun signifikan
5Krisis kepercayaan publik, intervensi pimpinan tertinggi diperlukan

Dampak Operasional

NilaiDeskriptor
1Gangguan ringan, layanan tetap berjalan normal
2Gangguan minor, layanan terganggu sementara
3Gangguan signifikan, sebagian layanan berhenti sementara
4Gangguan besar, mayoritas layanan terhenti
5Penghentian total layanan, dampak jangka panjang

Dampak Kepatuhan

NilaiDeskriptor
1Ketidaksesuaian minor, dapat dikoreksi tanpa sanksi
2Temuan audit ringan, dapat diselesaikan dengan rekomendasi
3Temuan audit signifikan, diperlukan tindak lanjut formal
4Pelanggaran serius, sanksi administratif atau hukum
5Pelanggaran berat, sanksi pidana atau pembubaran

Matriks Risiko 5x5

Level risiko dihitung dengan rumus sederhana:

Level Risiko = Kemungkinan × Dampak

Hasilnya dipetakan ke matriks berikut:

D1D2D3D4D5
K5510152025
K448121620
K33691215
K2246810
K112345

Klasifikasi level risiko:

SkorKategoriTindakan
1-4RendahPantau secara reguler
5-9SedangKelola dengan pengendalian rutin
10-16TinggiPerlu rencana tindak pengendalian spesifik
17-25Sangat TinggiPrioritas utama, eskalasi ke pimpinan

Contoh Penilaian Tiga Risiko (Dianonimkan)

Risiko 1: Keterlambatan Layanan Perizinan - Unit X

Pernyataan risiko: Risiko keterlambatan penyelesaian layanan perizinan di Unit X yang mengakibatkan pengguna layanan tidak memperoleh izin tepat waktu.

KemungkinanDampak OperasionalLevel
Inheren4 (sering)3 (sebagian layanan terganggu)12 - Tinggi
Pengendalian eksistingSOP layanan ada, namun tidak semua staf mengikutinya; sistem antrian manual
Residual3 (kadang-kadang)3 (dampak sama)9 - Sedang

Interpretasi: Pengendalian berhasil menurunkan kemungkinan, tetapi dampak belum berubah. Perlu pengendalian tambahan untuk mengurangi dampak, misalnya mekanisme eskalasi jika batas waktu hampir terlewat.


Risiko 2: Kelebihan Pembayaran Tagihan - Satker Y

Pernyataan risiko: Risiko kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga di Satker Y yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

KemungkinanDampak KeuanganLevel
Inheren3 (kadang-kadang)4 (kerugian besar)12 - Tinggi
Pengendalian eksistingVerifikasi tagihan oleh satu orang; belum ada prosedur empat mata
Residual3 (kadang-kadang)4 (dampak sama)12 - Tinggi

Interpretasi: Pengendalian eksisting lemah, nilai residual sama dengan inheren. Perlu pengendalian baru berupa prosedur empat mata (dual control) dalam verifikasi tagihan.


Risiko 3: Ketidaksesuaian Pengadaan - Satker Z

Pernyataan risiko: Risiko ketidaksesuaian proses pengadaan barang/jasa Satker Z dengan ketentuan yang berlaku yang mengakibatkan temuan audit.

KemungkinanDampak KepatuhanLevel
Inheren2 (jarang)4 (temuan signifikan)8 - Sedang
Pengendalian eksistingPelatihan pengadaan rutin, checklist verifikasi dokumen tersedia
Residual1 (sangat jarang)3 (temuan ringan)3 - Rendah

Interpretasi: Pengendalian efektif, baik kemungkinan maupun dampak berhasil diturunkan. Cukup dipantau secara reguler.


Checkpoint

  1. Apa perbedaan risiko inheren dan risiko residual? Mengapa keduanya perlu dinilai?
  2. Sebuah risiko dinilai kemungkinan 4 dan dampak 3. Berapa level risikonya dan termasuk kategori apa?
  3. Mengapa nilai residual yang lebih tinggi dari inheren perlu mendapat penjelasan?
  4. Sebutkan empat kategori dampak yang umum digunakan dalam skala penilaian.

Perbandingan 3 Layer

Layer Nasional

Tersedia

BPKP

BPKP mengatur metodologi penilaian risiko dalam Peraturan BPKP No. 4 Tahun 2021, termasuk skala kemungkinan, skala dampak, dan matriks risiko. Penilaian dilakukan dua kali: pertama untuk risiko inheren (sebelum pengendalian) dan kedua untuk risiko residual (setelah pengendalian eksisting).

Layer Benchmark

Belum tersedia

Kemenkeu

Layer ini sedang dalam pengembangan. Sumber dan ringkasan akan ditambahkan ketika tersedia.

Layer Kemenhub

Tersedia

Kemenhub

Kemenhub menggunakan matriks penilaian risiko berjenjang sesuai pedoman BPKP. Nilai risiko residual menjadi dasar prioritas rencana tindak pengendalian (RTP) yang disusun setiap tahun.

Dipakai di Evaluasi

Topik ini dinilai pada kerangka dan sub-komponen berikut:

PMMRProses Penilaian Risiko
SPIPUnsur 2 - Penilaian Risiko

Checkpoint

Pastikan kamu bisa menjawab pertanyaan ini sebelum lanjut:

1Apa perbedaan risiko inheren dan risiko residual? Mengapa keduanya perlu dinilai?
2Sebuah risiko dinilai kemungkinan 4 dan dampak 3. Berapa level risikonya dan termasuk kategori apa?
3Mengapa nilai residual yang lebih tinggi dari inheren perlu mendapat penjelasan?
4Sebutkan empat kategori dampak yang umum digunakan dalam skala penilaian.

Rujukan

Sumber resmi

  1. Peraturan BPKP No. 4 Tahun 2021 tentang Manajemen Risiko
  2. PP No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah